Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

Mei 24, 2009

Peluang dan Waktu

Peluang tidak semua orang bisa dapatkan dengan mudah, apalagi peluang bagus tidak akan datang untuk kedua kalinya. Hampir sama dengan kesempatan yang tidak bisa kita dapatkan dengan gampang. Bagi sebagian orang hal ini akan digunakan dengan sebaik-baiknya terutama peluang bagus yang di iringi dengan waktu yang banyak akan saling mendukung satu dengan yang lainnya.

Peluang untuk memiliki sesuatu dan waktu untuk meraihnya akan sangat ditentukan oleh kemauan kita untuk menjalaninya. Peluang dan waktu tidak bisa dipisahkan begitu saja apalagi peluang bagus dan waktu yang tepat akan sangat memberikan kita keuntungan yang tak ternilai harganya. Ini sama halnya dengan kesempatan yang kita dapatkan, dan biasanya belum tentu kesempatan itu akan datang untuk kedua kalinya.

Dengan banyaknya peluang yang menghampiri kita sekiranya tidak dilewatkan begitu saja baik bisnis maupun yang lain, segera pelajari dan pahami yang untuk selanjutnya kita ikuti petunjuknya untuk bisa menjalankannya. Jangan sampai kita melawatkan peluang begitu saja tanpa melakukan apapun yang nantinya membuat kita menyesal di kemudian hari.

Jadi janganlah melewatkan peluang dan waktu hanya dengan berpangku tangan tanpa ada action apapun. jadilah orang yang psotif dan optimis selalu menjalani semua yang menghampiri kita.

Maret 11, 2009

Sudahkah Puas Dengan Pekerjaan Anda Sekarang?



KARIER yang Anda jalani sekarang mungkin bukan jenis pekerjaan yang diimpikan sewaktu di bangku kuliah. Waspadalah, sebab hal itu memberikan pengaruh terhadap kepuasan Anda saat bekerja.

Situasi yang ideal ketika Anda bekerja di bidang yang disukai dan dalam naungan sebuah perusahaan yang mapan sehingga mampu mengganjar dengan gaji menggiurkan. Sayangnya, hanya sedikit orang yang mampu menggapai situasi ideal seperti itu. Hal tersebut dipicu oleh jumlah tenaga kerja yang jauh lebih besar dibandingkan lapangan pekerjaan yang tersedia.

Imbasnya, banyak orang bekerja di bidang yang sebenarnya bukan sektor keahlian mereka atau setidaknya sesuai dengan jurusan yang diambil di perguruan tinggi. Belum lagi persoalan di luar teknis pekerjaan, misalnya persoalan gaji, lingkungan kerja yang bersahabat, dan budaya kerja yang tidak cocok dengan kepribadian Anda.

Kondisi demikian tentunya bakal membuat Anda tidak bisa mencapai kepuasan dalam bekerja. Hal yang kemudian sering Anda lakukan adalah terus saja mengeluh soal rutinitas pekerjaan yang dilakukan. Pada akhirnya, apa pun yang dilakukan oleh manajemen tempat bekerja, Anda selalu menanggapi kebijakan mereka secara negatif. Pasalnya, perubahan yang dilakukan perusahaan diyakini tidak bakal memberikan perubahan signifikan bagi kepuasan Anda dalam bekerja.

"Itu hal yang wajar. Ketika Anda berada dalam situasi pekerjaan yang tidak ideal, atau bahkan mungkin jauh dari mendekati ideal, Anda bakal sulit untuk mendapatkan kepuasan atas pekerjaan yang Anda lakukan," kata Carlos Belderrama, pakar karier dari negeri Paman Sam.

Meski mengeluh soal pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan adalah hal yang wajar, Carlos mengingatkan, jika situasi itu terus-menerus dibiarkan, akan memberikan banyak ekses negatif bagi perjalanan karier karyawan. Pertama, pekerjaan akan menjadi sumber stres bagi Anda. Akibatnya, produktivitas bakal menurun, bahkan bisa merembet ke kreativitas Anda. Hal itu tentu tidak bagus bagi masa depan Anda untuk menaikkan "status" sebagai pegawai. Bisa jadi, perusahaan menilai Anda bukanlah seorang pegawai yang bagus dan potensial demi memajukan usaha. Tak heran, reputasi Anda bakal rusak dan sulit untuk dipromosikan oleh teman sejawat di kantor.

Sumber ketidakpuasan, ungkap dia, bisa tercetus oleh berbagai faktor. Di antaranya, konflik dengan teman kerja, konflik dengan atasan, gaji yang tidak sesuai, tidak memiliki peralatan yang diperlukan untuk mencapai target, kurang kesempatan mendapat promosi, ketakutan kehilangan pekerjaan karena penciutan, dan penghematan perusahaan.

Menurut Carlos, situasi yang dipaparkannya tidak bisa terus-menerus dibiarkan begitu saja. Anda, harus lebih proaktif atau lebih jeli melakukan beberapa terobosan agar pekerjaan Anda tidak berakhir menjadi rutinitas yang membosankan. Tidak ada salahnya Anda melakukan pengayaan terhadap pekerjaan supaya "kewajiban" terhadap kantor menjadi kegiatan yang lebih menarik. Kalau ini mampu diwujudkan, tentu memberikan kepuasan bagi diri Anda sendiri.

Kita pun bisa menciptakan tantangan baru. Bila terjebak dalam sebuah pekerjaan karena kurang pendidikan atau penciutan perusahaan, tak selalu berarti pekerjaan itu membosankan. Dengan sedikit imajinasi, ciptakan tantangan baru dan lakukan yang terbaik untuk pekerjaan Anda. Tantangan baru itu bisa dilakukan dengan menaikkan standar pekerjaan. Misalnya pekerjaan itu bisa diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat, biaya lebih murah, atau dengan tingkat detail dan presisi yang lebih tinggi.

Melalui cara ini, pekerjaan akan jauh lebih menantang dan tidak ada salahnya juga jika Anda membuat proyek sendiri. Proyek itu bisa memberikan Anda motivasi perasaan mengontrol. Proyek itu tidak selalu mulai dari hal yang besar. Anda bisa memulainya dari hal kecil, seperti mengatur perayaan ulang tahun kantor. Atau bisa memulainya dengan terlibat secara lebih aktif dalam tim sepak bola kantor. Atau bisa memulainya dengan terlibat secara lebih aktif dalam tim sepak bola kantor Anda dengan pertandingan antarinstansi. Cara lain yang mudah, menyenangkan, serta Anda bakal mendapat kesan positif adalah membantu pegawai baru.

Yang harus disadari, kepuasan atas pekerjaan itu tidak selalu harus datang dari pekerjaan itu sendiri. Kepuasan atas pekerjaan itu bisa berasal dari bagaimana kita melihat dan melakukan pekerjaan itu sendiri. Kitalah yang menciptakan kepuasan, bukan pekerjaan yang memberikan kita kepuasan. Jika itu bisa dilakukan, pekerjaan akan jadi hal yang kita cintai.

Desember 19, 2008

Peran Penting Seorang Pemimpin

Untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dalam sebuah perusahaan tidaklah mudah. Ada sederet tantangan yang harus siap Anda hadapi. Apa sajakah itu?

Tidak hanya berperan aktif memacu karyawannya menelurkan ide-ide kreatif, tetapi juga bertindak positif demi kemajuan perusahaan. Bahkan, seorang pemimpin pun harus bersikap cerdik menghadapi segala rintangan di depan mata.

Seorang pemimpin memiliki peran penting diantaranya:

1. Mengerti arti sebuah tanggung jawab
Seorang pemimpin merupakan contoh bagi para bawahannya. Tak heran bila sebuah perusahaan yang dikelola oleh pemimpin yang hebat dan bijaksana akan sulit sekali ditumbangkan.

Apabila menginginkan perusahaan terus berkembang, Anda pun harus mengerti dengan jelas arti sebuah tanggung jawab di sebuah perusahaan. Tujuannya, agar para bawahan Anda mengerti tanggung jawab dan kewajibannya masing-masing.

2. Menemukan karyawan tepat dan sesuai dengan bidangnya
Sebelum menentukan seorang pegawai bisa diterima kerja di sebuah perusahaan, para pemimpin sebaiknya ikut ambil bagian menyeleksi setiap calon pegawai yang melamar kerja. Hal ini tentu saja memudahkan Anda memperluas anak perusahaan dan semakin memaksimalkan kinerja dengan baik.

3. Kreatif menciptakan beragam inovasi terbaru
Demi memajukan perusahaan, seorang pemimpin patut diandalkan. Anda pun harus berpikir dewasa, kreatif, dan terbuka menciptakan beragam inovasi baru. Hal ini juga bermanfaat saat perusahaan Anda bersaing dengan perusahaan lain.

November 27, 2008

Tips Hemat Uang Belanja Bulanan

Menekan pengeluaran yang tidak perlu bisa menghemat belanja bulanan.
Boleh percaya boleh tidak, bahwa banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang kita lakukan sebetulnya yang sifatnya tidak wajib, sehingga Anda bisa leluasa menekan jumlah pengeluarannya.

Jaman makin susah aja nih! Harga barang-barang makin membumbung tinggi dan pendapatan tak juga meningkat, dalam keadaan seperti ini kita dituntut untuk berhati-hati dalam menggunakan uang, kalau perlu harus super hemat. Nah, berikut kami sampaikan beberapa tips untuk menghemat dalam penggunaan uang.
- Hal yang paling berkaitan dengan efektifitas pengelolaan anggaran dalam rumah tangga atau pribadi adalah menghemat uang dengan hanya mengeluarkannya untuk keperluan yang benar-benar kita butuhkan.

- Untuk memulai rencana penghematan, Anda bisa mengambil pena dan membuat catatan seberapa banyak uang yang perlu Anda keluarkan untuk kebutuhan dalam bulan ini, dan seberapa yang harus Anda sisakan untuk ditabung.

- Untuk kebutuhan sehari-hari , Anda bisa membuat daftar belajaan sebelum berangkat berbelanja. Mulai dengan barang yang paling besar dan membutuhkan dana lebih, cari celah dengan harga yang masih memungkinkan Anda dapat menyisakannya untuk keperluan yang lain, lalu menurun ke skala ke barang yang lebih tidak mahal.

- Hindari bujukan discount. Sebaiknya sebelum Anda tergiur merogoh kocek untuk membeli barang berlabel 'discount', pikir sekali lagi apakah barang tersebut benar-benar Anda butuhkan.

- Sediakan kotak tabungan, masukan uang-uang receh kembalian ke kotak tabungan itu. Dan di akhir bulan Anda bisa mengambilnya. Lumayan kan dapat digunakan buat bayar uang parkir atau hal-hal kecil lain di bulan berikutnya.

Sebut saja: fitness, rekreasi, dan menonton. Semua itu tidak wajib. Paling tidak, dari sekali seminggu, aktivitas itu bisa Anda kurangi menjadi sekali dalam dua minggu atau sekali sebulan. Ada banyak lagi pengeluaran yang bisa Anda tekan. Setidaknya lewat empat pos pengeluaran yang harus Anda waspadai. Keempat pos itu adalah :
1) telepon, listrik, air;
2) biaya sosial seperti hadiah dan sumbangan;
3) busana dan askesoris; dan
4) hiburan.

1) Telpon, Air, Listrik
Telepon, listrik, dan air adalah pos-pos pengeluaran yang punya kecenderungan untuk jadi besar kalau Anda tidak berhati-hati. Kenapa demikian? Selain karena ketiganya adalah fasilitas yang akan menunjang keberlangsungan hidup di rumah Anda, alasan lainnya adalah karena pembayaran ketiga pos tersebut dilakukan belakangan. Segala sesuatu yang pembayarannya dilakukan belakangan, biasanya akan terasa berat ketika Anda harus membayarnya di akhir.
Ada dua komponen yang biasanya Anda bayar pada rekening telepon, pertama adalah biaya langganan, dan yang kedua adalah pulsa. Kalau bicara tentang biaya langganan, mungkin hal itu agak sulit Anda ubah karena jumlahnya memang sudah tetap tiap bulannya. Tapi pembayaran pulsa biasanya ditagih berdasarkan jumlah pemakaian Anda. Nah, bagaimana tipsnya?
Pertama, bicara hemat di telepon. Ingat, harga pulsa telepon setiap tahun meningkat dan semakin mahal. Bicaralah hanya yang penting-penting saja. Bila Anda merasa ingin mengobrol lebih panjang, mengapa Anda tidak merancang pertemuan tatap muka saja? Selain Anda puas mengobrol, silaturahmi pun bisa terjaga.
Kedua, internet sangat mungkin menjadi salah satu sumber membengkaknya rekening telepon Anda. Ini karena dengan internet, Anda punya kemungkinan terjebak dalam pemakaian yang sangat lama. Gunakan untuk komunikasi melalui email atau browsing yang dibutuhkan saja.
Ketiga, Amankan telepon dengan kunci. Apalagi kalau jumlah anggota keluarga di rumah cukup banyak.
Adapun tips menghemat biaya listrik Anda antara lain:
1.Hindari pemakaian listrik secara serentak di malam hari. Jangan menyetrika atau mencuci di malam hari, sementara seluruh lampu rumah dan televisi menyala.
2.Jangan biarkan AC menyala sepanjang hari.
Bila perlu, untuk menghemat, ganti AC dengan kipas angin gantung atau exhaust fan. Keduanya jauh lebih murah daripada AC yang sangat menyedot beban listrik.
3.Ganti lampu bohlam dengan lampu neon. Lampu neon mungkin lebih mahal dibanding bohlam, tapi pada praktiknya, listrik yang harus Anda bayar kemudian bisa jadi jauh lebih murah karena energi yang diperlukan lebih hemat.
4.Matikan lampu atau barang elektronik bila sedang tidak digunakan
Sekarang kita bicara tentang air, bila Anda menggunakan air dari PAM. Bila Anda memakai jetpump, hal ini tidaklah sesuai. Tapi tidak ada salahnya Anda mengetahui sejumlah tips yang bisa Anda lakukan dalam menghemat pemakaian air:
Pertama, gunakan pancuran air atau istilah kerennya shower. Dengan pancuran, air yang Anda pakai akan jauh lebih sedikit, tetapi tersebarnya air tersebut tidak kalah dengan kalau Anda memakai gayung. Bahkan Anda mungkin akan merasakan tekanan air yang lebih besar dan terus menerus.
Kedua, pasang bak kecil dan hindari melubernya air ketika mengisi bak. Anda suka menyalakan keran untuk mengisi bak mandi? Bila ya, kapan Anda mematikan keran itu? Ketika penuh kan? Dan apa yang Anda lakukan sementara keran air tersebut sedang mengisi bak?
Jawabannya jelas, Anda pasti melakukan hal lain. Dan sayangnya, ketika Anda kembali ke kamar mandi, bukan sekali dua kali Anda pasti menemukan air yang Anda isi ke dalam bak meluber keluar bak karena kepenuhan. Ini berarti, Anda membayar untuk air yang tidak Anda gunakan. Sayang kan?

2) Biaya Sosial
Pernahkah Anda mencoba menghitung, berapa kali dalam bulan ini Anda mendapat undangan pesta pernikahan? Selanjutnya, coba hitung lagi berapa total uang yang Anda keluarkan untuk hadiah pernikahan tersebut. Mungkin banyak dari Anda yang kaget setelah mencoba menghitungnya. Kenapa? Karena terlalu banyak.
Ya, hadiah pernikahan memang hanya salah satu contoh dari sekian banyak 'biaya sosial' yang biasa kita temui dalam pergaulan kita sebagai anggota masyarakat. Masih banyak lagi contoh biaya sosial yang bisa Anda temui, seperti iuran RT/RW, permohonan sumbangan untuk masjid, gereja, panti asuhan, dan sebagainya, bahkan iuran arisan pun sebenarnya bisa digolongkan ke dalam biaya sosial, lho. Prinsipnya, pengeluaran uang yang dilakukan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar atau “membantu” orang di sekililing kita, bisa dikatakan sebagai biaya sosial.
Kalau kita lalai atau sengaja menghindari, tentu kita bakal mendapat sanksi sosial seperti cemoohan, sindiran, atau dikucilkan dalam pergaulan. Memang repot, tapi kalau kita tidak pintar memilah-milah mana yang wajib dan perlu, biaya-biaya sosial yang muncul sehari-hari, bila diakumulasikan, bisa menjadi besar dan bukan tidak mungkin akan memberati keuangan kita.
Karena kendali atas biaya sosial ini berada pada diri kita masing-masing, kita sendirilah yang mesti pintar-pintar menyiasati pengeluaran untuk biaya yang satu ini, agar anggaran tidak jebol. Sehingga, kalau ada biaya sosial yang harus kita keluarkan, kita juga pasti bisa mengeluarkan uang untuk biaya tersebut dengan hati yang lebih ikhlas, tanpa perlu ngedumel atau marah-marah. Nah, untuk membantu Anda mengendalikan biaya sosial, di bawah ini sejumlah tips yang mungkin bermanfaat:
Pertama, perkirakan jumlah kebutuhan biaya sosial. Beberapa dari Anda mungkin memasukkan kebutuhan biaya sosial ke dalam kelompok "Pengeluaran Tak Terduga" dalam anggaran Anda. Padahal, jangan lupa, biaya sosial tidak selalu tidak bisa diduga. Beberapa dari biaya sosial yang Anda keluarkan terkadang malah sudah bisa diperkirakan sebelumnya. Contohnya, iuran RT/RW atau arisan ibu-ibu di lingkungan Anda. Selain itu, Anda tentu juga dapat memperkirakan berapa besarnya uang arisan atau berapa besar uang iuran di RT/RW Anda.
Demikian juga dengan sumbangan-sumbangan seperti hadiah pernikahan. Anda dapat memperkirakan sebelumnya berapa kira-kira jumlah undangan yang akan Anda terima bulan ini, dan berapa total biaya yang akan Anda keluarkan untuk masing-masing amplop pengantin.
Mungkin memang ada biaya sosial seperti sumbangan-sumbangan yang sifatnya benar-benar tidak terduga. Untuk menghadapi jenis-jenis biaya sosial seperti ini, yang bisa Anda lakukan adalah memperkirakan berapa jumlah batasan yang kira-kira akan Anda keluarkan. Prinsipnya, Anda tetap bisa membuat perkiraan kalau mau. Kan, enak kalau angka biaya sosial ini bisa diperkirakan dulu sebelumnya. Tak perlu terperinci sekali, yang penting ada perkiraan angkanya.
Kedua, susun daftar prioritas. Setelah Anda memperoleh perkiraan tentang berapa total kebutuhan biaya sosial, yang harus Anda lakukan berikutnya adalah membuat daftar prioritas dari tiap-tiap komponen biaya sosial tersebut. Misalnya, prioritas pertama iuran RT, prioritas kedua Arisan RT, prioritas ketiga, dan seterusnya.. Tempatkan komponen biaya yang benar-benar tak terduga dalam urutan terakhir di daftar prioritas Anda. Cara ini akan memudahkan Anda menyusun prioritas biaya sosial Anda.
Ketiga, sesuaikan daftar prioritas dengan anggaran. Langkah berikutnya adalah menyesuaikan daftar prioritas yang baru saja Anda buat dengan anggaran keluarga Anda. Caranya, sisihkan sejumlah uang untuk kebutuhan biaya sosial Anda. Kemudian, poskan uang tersebut pada komponen-komponen biaya sosial yang Anda buat dalam daftar prioritas Anda. Urutkan mulai dari komponen biaya yang berada pada urutan pertama pada daftar, lalu lanjutkan ke urutan berikutnya, dan begitu seterusnya, sampai ke komponen biaya yang menjadi prioritas terakhir.
Kalau dana Anda ternyata tidak cukup, tentu saja akan ada komponen-komponen biaya sosial yang harus Anda relakan dicoret dari daftar. Biasanya yang akan menjadi “korban” pencoretan pertama kali adalah komponen biaya sosial yang sifatnya benar-benar tak terduga.
Keempat, jangan ragu mengatakan “Tidak”. Bila Anda telah menyesuaikan daftar prioritas biaya sosial dengan anggaran, yang harus Anda lakukan sekarang adalah mematuhi daftar tersebut. Kalau ada kebutuhan di luar anggaran, Anda harus bisa mengatakan “tidak” kepada pihak yang meminta Anda menyumbang, misalnya. Ada banyak seniman untuk menolak permintaan tersebut supaya pihak yang meminta tidak tersinggung atau marah.

3) Busana dan Aksesoris
Baju memang penting, tapi Anda mungkin bisa menekan jumlah rupiah yang Anda keluarkan untuk baju kalau memang pengeluaran Anda untuk baju terasa besar. Yang dimaksud busana dan aksesori adalah pakaian yang kita kenakan setiap hari berserta segala pelengkapnya, seperti tas, sepatu, sabuk, dan segala macam perhiasan yang melekat di tubuh ataupun busana.
Begitu beragamnya jenis busana dan aksesori hingga tanpa sadar kita sering terbujuk memiliki lebih banyak ragam busana dan aksesori. Tahu-tahu tanpa terasa kita sudah membelanjakan begitu banyak untuk pengeluaran yang satu ini.
Bagaimana caranya agar pengeluaran untuk busana dan aksesori tidak kebablasan? Anda mesti menanyakan pada diri sendiri, apa benar saya memerlukan barang ini? Pantaskan saya memakainya? Kalaupun saya memang bisa memakainya, seberapa seringkah? Disiplinkan diri Anda hanya untuk membeli baju bila memang dibutuhkan. Untuk menekan anggaran belanja, kalau biasanya beli baju baru sebulan sekali, sekarang coba dijadikan dua bulan sekali. Beli yang kualitasnya bagus karena lama pemakaiannya jangka pemakaiannya bisa lebih lama.
Supaya koleksi baju dan aksesoris Anda kelihatan banyak, pintar-pintarlah memadupadankan semua koleksi Anda. Dengan demikian, tidak ada koleksi baju atau aksesoris yang mubazir.

4) Hiburan
Hiburan bukan melulu soal menonton film atau konser, tapi banyak macamnya. Anda menyaksikan hiburan mendengar musik di radio tape Anda di rumah atau menonton televisi, itu juga sudah hiburan. Anda pergi ke restoran dan makan bersama teman-teman Anda, itu juga hiburan. Apa lagi? Banyak, kan? Apa pun itu, asalkan sifatnya bisa menghibur diri Anda sendiri, itu bisa dikatakan sebagai hiburan.
Masalahnya, yang namanya hiburan itu butuh biaya. Katakan saja kalau Anda menonton di bioskop, Anda bisa keluar uang sekitar Rp 10.000-25.000 untuk satu orang. Memang sih, kelihatannya cukup murah. Tetapi dalam satu bulan, Anda kan tidak mungkin hanya nonton saja?
Kalau Anda senang menonton film sebagai sarana hiburan Anda melepas lelah setelah seminggu bekerja, mungkin inilah hiburan yang biasanya Anda lakukan minimal sebulan sekali, mengingat hampir setiap bulannya selalu saja ada film bagus yang diputar.
Namun cara yang lebih murah adalah dengan menyewa atau membeli VCD jauh lebih murah daripada kalau Anda harus nonton ke bioskop. Iya dong, kalau nonton di bioskop bisa Rp 10.000 sampai dengan Rp 25.000 untuk satu orang.
Mungkin dengan harga yang sama Anda bisa menyewa 2 atau 3 VCD. Atau, kalau VCD tersebut Anda beli, Anda tinggal menambah beberapa puluh ribu rupiah lagi, dan VCD itu bisa Anda tonton sepuas-puasnya. Jadi, urut-urutan dari yang paling mahal sebagai berikut: menonton di bioskop (paling mahal), membeli VCD (lebih murah), dan menyewa VCD (paling murah).
Nah, kalau Anda suka mendengarkan CD musik karena harga CD lebih tinggi, tak ada salahnya Anda hanya membeli CD kalau memang Anda yakin bahwa lagu-lagunya cukup enak untuk dinikmati dari sebuah CD. Sayang kan, kalau Anda membeli CD dengan harga yang cukup tinggi tetapi lagu-lagunya biasa-biasa saja. Batasi juga pengeluaran Anda membeli CD, misalnya satu keping CD per bulan, atau dengan harga, misalnya 300.000 sebulan.
Untuk anggaran makan di luar bersama keluarga, bicara soal harga, biasanya uang yang harus Anda keluarkan akan sangat bergantung pada tempat yang Anda datangi. Semakin bagus dan mewah tempat itu, biasanya uang yang harus Anda keluarkan akan semakin mahal. Tetapi jangan lupa bahwa hal itu biasanya cukup sebanding, karena suasananya biasanya juga mahal harganya.
Tentu saja, saya tidak akan menyarankan Anda datang ke tempat yang murah dibanding ke tempat yang mahal, karena biasanya masing-masing tempat makan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Boleh saja sesekali mengajak keluarga makan di restoran yang agak mewah. Misalnya, ketika ayah/ibu mendapat bonus dari kantor. Selebihnya, untuk acara makan di luar setiap malam minggu, fast food dan kedai yang bersih bisa menjadi pilihan.
Bila hiburan Anda di rumah adalah menonton TV, tak usah ngotot berlangganan TV Kabel memang anggaran keluarga Anda tidak mencukupi. Sekarang ini ada tujuh stasiun TV di Indonesia yang bisa Anda tonton. Kompetisi yang ketat membuat mereka berlomba-lomba menyajikan acara yang menarik. Nah, tinggal Anda rajin membaca jadwal acara masing-masing televisi di koran untuk mencari acara yang paling menarik.

Bagaimana dengan tips kecil yang kami sampaikan di atas? Semoga dapat bermanfaat untuk menghemat bugdet Anda setiap bulannya, dan selamat mencobanya!

Kumpulan dari beberapa rubrik dan artikel

November 13, 2008

Peran Baru Manajemen Proyek di Abad 21

American Airlines memberikan jasa pemesanan karcis kepada suatu perusahaan yang juga digunakan perusahaan penerbangan pesaing dalam menarik penumpang. Di Indonesia, PT Abadi Nusa Usaha Semesta, menjadi pemasok bulb bagi perusahaan tensimeter di Eropa yang juga menjadi pesaingnya dalam memperebutkan bagian pasar produk tensimeter di Amerika. Kita memang sedang memasuki zaman baru, dengan salah satu cirinya yaitu peralihan dari integrasi vertikal menuju spesialis. Selama dasawarsa terakhir, perusahaan-perusahaan sibuk melepaskan kegiatan-kegiatan tak penting yang dapat dikontrakkan ke luar. Kebanggaan konglomerat menguasai hulu hilir, sudah berubah menjadi kebanggaan memiliki unit usaha yang ramping, fleksibel, namun kompeten dalam bidangnya. Dengan demikian, keberhasilan operasional perusahaan akan sangat bergantung kepada keberhasilan kerja sama antara unit usaha dalam perusahaan-perusahaan tersebut dengan unit usaha dari perusahaan lain dalam pelaksanaan pekerjaan.

Setiap unit usaha, dalam kondisi di atas, akan merupakan bidang kompetensi dari suatu perusahaan yang akan bekerja sama dengan berbagai perusahaan lain dalam menciptakan berbagai produk. Sifat pekerjaan menjadi berubah, dari produksi/operasi rutin menjadi proyek.

LOYALITAS BARU

Dampak dari situasi ini pada karyawan adalah munculnya loyalitas bentuk baru: dari perusahaan ke proyek. Pada perusahaan tradisional, kesepakatan atau komitmen dibuat antara individu dan perusahaan sehingga diharapkan karyawan akan setia kepada majkannya. Organisasi baru yang lebih ramping tadi, harus bekerja sama dengan berbagai unit usaha dari perusahaan lain dalam proyek-proyek yang menjadi target bersama. Akibatnya, ikatan emosi antara karyawan dengan perusahaannya lebih renggang, dan sebaliknya, hubungan dengan profesinya/teman sesama proyek menjadi lebih erat. Para profesional akan bekerja keras, proyek demi proyek, dan mempertahankan mutu yang tinggi, tetapi mereka juga memperoleh kepuasan kerja dan identitas diri dari bidang yang mereka geluti, dan tidak lagi terlalu menggantungkan diri pada ikatan dengan perusahaaan.

Kata proyek di sini menunjuk pada sifat pekerjaan. Suatu pekerjaan akan dikatakan proyek jika memiliki karakteristik sebagai berikut: memiliki keluaran (output) spesifik, melibatkan banyak pihak dan bidang keahlian, dibatasi oleh waktu (ada saat awal dan ada saat akhir), merupakan kegiatan yang "kompleks" penuh faktor ketidakpastian dan risiko, dan mempunyai siklus hidup (life cycle).

Merujuk pada karakteristik di atas, manajemen proyek yang dalam pengertian awam - selalu dikaitkan dengan manajemen terhadap proyek konstruksi - menjadi tidak relevan lagi. Jelasnya, pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen proyek akan menjadi tuntutan yang harus dimiliki oleh semua manajer di Indonesia, kalau mau masuk jalur global. Misalnya, saat seorang manajer memimpin kegiatan perancangan dan peluncuran produk baru - yang akan melibatkan lintas fungsional, mulai R&D, produksi, pemasaran, keuangan dan sebagainya - mau tidak mau ia harus menggunakan teknik manajemen proyek.

Meskipun situasi ekonomi Indonesia saat ini sedang tiarap, ada baiknya para manajer mulai mengkaji, kalau situasi kembali pulih dan dunia bisnis (ada kemungkinan) dikuasai oleh pemain asing, pada tingkat (level) manajemen proyek seperti apa yang bersangkutan dapat berpartisipasi. Hal ini perlu, sebab tiap level dalam manajemen proyek memiliki ruang lingkup tanggung jawab yang berbeda-beda.

MANAJEMEN PROYEK

Manajemen, secara sederhana, dapat diartikan sebagai proses pencapaian sasaran bersama dan melalui orang lain. Dalam mencapai sasaran tersebut, dunia mengenal tiga level manajemen proyek: Manajemen "Misi Proyek" (Project Mission Management), Manajemen Proyek (Project Management), dan Manajemen Lapangan (Field Management). Levelling ini dibuat untuk membedakan tugas dan kompetensi yang dituntut penyandangnya, meskipun secara profesional ketiganya menyandang gelar manajer.

Fungsi utama Manajemen Misi Proyek (MMP) adalah melakukan manajemen terhadap suatu misi proyek, jadi bukan semata-mata menyelesaikan proyek tepat waktu, dengan biaya terbatas, dan mutu memadai. Pemimpin Proyek "Pengembangan Produk Baru" dengan misi meningkatkan citra perusahaan, tidak akan berhenti pada terbuatnya produk baru saja, tetapi akan dilanjutkan dengan usaha-usaha peningkatan citra perusahaan melalui produk baru tersebut. Dalam praktek, MMP ini mewakili unsur pemilik proyek (owner), sehingga akan lebih banyak melakukan interaksi dan koordinasi tugas-tugas dan tanggung jawab pemilik, konsultan, dan pelaksana. Pemegang peran MMP harus mampu menciptakan persetujuan (dalam bentuk kontrak) mengenai hubungan kerja antara satu dengan yang lain secara detail dari proyek yang akan dibangun. Jadi, keluaran (output) seorang pemegang mandat MMP adalah kontrak dan kepatuhan para pihak (konsultan, pelaksana dan pemilik) dalam melaksanakan kontrak tersebut.

Manajemen Proyek (MP) lebih menitikberatkan pada bagaimana para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek menyelesaikan tugasnya. Dalam hal ini, proses perencanaan dan pengorganisasian proyek, pemantauan dan manajemen aliran sumber daya yang mendukung pelaksanaan proyek menjadi perhatian utama.

Pada tahap pelelangan, MP meliputi perencanaan pekerjaan, estimasi biaya, serta analisis finansial dan risiko dari proyek. Sedangkan setelah pelelangan, MP terdiri atas penjadwalan, pembelian, pengadaan dan mobilisasi semua sumber daya yang diperlukan untuk memulai dan mempertahankan pekerjaan konstruksi. Pada tahap akhir ini, MP termasuk juga memantau status dan kemajuan proyek, persiapan laporan kemajuan dan klaim termijn serta manajemen cash-flow.

Fungsi utama Manajemen Lapangan (ML) adalah mengolah sumber daya yang tersedia dalam operasi proyek sehari-hari pada tingkat lapangan, sehingga rencana pelaksanaan yang telah disusun pada level yang lebih tinggi dapat diimplementasikan secara teratur, efisien dan efektif. Level ML berfokus pada detail teknis dari metoda pelaksanaan proyek dengan mempertimbangkan keterbatasan kapasitas peralatan. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen lapangan adalah: perencanaan, penjadwalan, mobilisasi, dan pengarahan aktivitas kegiatan berdasarkan ketersediaan tenaga kerja, peralatan dan material.

PENUTUP

Tuntutan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan manajemen proyek bagi para manajer akan meningkat di masa datang. Tuntutan ini tidak terbatas pada manajer yang bergerak dalam industri konstruksi saja, tetapi melingkupi segenap industri yang ada, sebab sifat perkerjaan akan berubah dari operasi rutin menjadi proyek.

Untuk itu, para manajer perlu memahami dan mengantisipasi peran apa yang akan dilakukan dalam masa mendatang. Peran tersebut sangat tergantung pada level manajemen proyek yang akan dijalaninya, yang pada gilirannya akan menuntut tingkat kompetensi yang berbeda.

Pemahaman terhadap ruang lingkup tugas dan tanggung jawab dari masing masing level manajemen proyek akan sangat membantu para manajer dalam memilih jenis pengetahuan dan keterampilan yang harus segera dikuasainya dalam menyongsong zaman baru. Suatu zaman yang penuh goncangan, perubahan, dan ketidakpastian yang hanya dapat dijawab oleh manajemen proyek.

PPM Institute of Management - Management Development Centre
Oleh: Ir. Bambang Adi Subagiyo, MM

November 10, 2008

Gaya Kepemimpinan Atasan pada Karyawan



Dalam setiap perusahaan sudah pasti pimpinan menjadi orang pertama yang paling disegani dan ditakuti di kantor. Hal itulah yang membuat para karyawan akan melihat gaya kepemimpinan atasan mereka. Cenderungnya, hampir seluruh anak buah akan memperhatikan, atau setidaknya meniru sikap positif yang dimiliki atasan.

Seperti yang dikutip dari Careerbuilder, gaya kepemimpinan atasan sangat berpengaruh pada semangat kerja para karyawan, karena hal ini memberikan dampak:

Motivasi

Gaya kepemimpinan sang atasan yang lemah lembut dan bijaksana serta mampu memberikan solusi yang tepat atas setiap permasalahan dapat memotivasi para anak buahnya untuk bekerja lebih giat lagi dalam menciptakan ide-ide kreatif yang lebih cemerlang. Karena seorang atasan yang handal mampu menciptkan kondisi perusahan menjadi kental dengan suasana kekeluargaan, bukan menciptakan persaingan yang tidak sehat antar para karyawan.

Membantu mencapai target

Siraman motivasi yang diterima para karyawan pun dapat menimbulkan dampak positif lainnya bagi setiap karyawan. Hal ini terbukti, misalnya, dari terpenuhinya target penjualan per bulan atau target penyelesaian sebuah proyek, sehingga bisa menimbulkan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Hal itu juga semakin membuat para karyawan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

Memperbaiki Kinerja

Seorang atasan yang baik tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan yang penuh risiko dan melanjutkan ketahap selanjutnya. Ia mampu menjalankan program sesuai dengan rencananya. Terobosan seperti inilah yang akan mengubah kinerja para karyawan menjadi lebih produktif sehingga semakin semangat dalam bekerja. (jri)

November 02, 2008

Tips Beradaptasi di Lingkungan Kerja Baru



SETELAH masuk di suatu kalangan atau lingkungan baru, mau tidak mau Anda harus berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda. Itu sudah merupakan hal yang wajar dan lumrah. Pun demikian dalam lingkungan kantor yang baru. Untuk bisa menjalin hubungan baik, Anda harus dapat berinteraksi.

Masuk ke lingkungan kerja baru berarti harus siap-siap menghadapi masalah baru. Anda perlu pintar menyiasati masalah-masalah yang timbul. Masalah yang muncul pun berbeda tingkatnya, tergantung Anda berada dalam level mana.

Untuk menghindari hal itu Anda perlu tahu bagaimana beradaptasi dengan baik di kantor baru. Psikolog Bondan Seno Prasetyadi dari PT Mitra Langgeng Sejati membeberkannya untuk Anda.

1. Akulturasi komunikasi

Seorang karyawan yang ingin masuk kerja ke sebuah perusahaan, maka ada akulturasi komunikasi terlebih dahulu. Di mana karyawan harus mencari informasi mengenai perusahaan yang bersangkutan, baik visi maupun misinya. Dengan begitu sudah dapat mengetahui chemistry-nya.

Tahap ini sama dengan antisipatory sosialisation, yaitu fungsi pertama dari proses adaptasi.

2.Siapkan strategi

Setelah masuk kerja, pengetahuan apa yang ada dan didapat itu akan berbeda. Karena itu, faktor kepribadian berpengaruh untuk Anda dapat menyusun strategi dalam lingkungan pekerjaan yang baru.

Untuk menyusun strategi itu Anda harus mengetahui job desk-nya apa dan departemen yang dituju. Dengan begitu Anda sudah memiliki strategi. Modal inilah yang akan memperlancar komunikasi Anda dalam perusahaan baru.

Dalam menyiapkan strategi itu Anda harus memiliki encounter stage, yaitu proses bagaimana karyawan mencari informasi dengan bertemu langsung mulai dari perantara atau maupun dengan menunjukkan prestasi.

3. Tentukan peran

Masuk ke dunia kerja yang baru tentu harus menentukan peran, melalui metamorf stage. Yaitu proses perkembangan peran, apakah meniru peran yang sudah ada, membentuk peran sendiri, atau mengikuti rutinitas yang sudah ada.

4. Lakukan pendekatan-pendekatan

Dalam tahap ini pendekatan terbagi menjadi tiga, yaitu pendekatan hubungan dengan manusia. Di mana seorang karyawan akan berproduksi dengan cara beradaptasi yang cepat.

Seorang karyawan juga harus melakukan pendekatan sistem. Ini memandang bahwa semua berinteraksi dan memengaruhi yang lain, karena organisasi itu dipandang harus terbuka, responsif terhadap lingkungan, dan selalu berubah.

Pendekatan secara cultural menyatakan bahwa organisasi itu harus memiliki nilai atau budaya yang spesifik yang dianut oleh karyawan-karyawan atau anggotanya di dalam organisasi tersebut. Jadi bagaimana seorang karyawan memahaminya dan melakukan akultrasi yang baik. (nsa)